Juni 4, 2026

Twentysix Brix | Panduan Wine, Review, dan Tips Menikmati Wine

Twentysix Brix – panduan lengkap tentang wine, mulai dari teknik wine tasting, rekomendasi wine terbaik, hingga tips memadukan wine dengan berbagai hidangan.

gaya-baru-menengok-tren-modern-dalam-wine-tasting
Mei 23, 2026 | bWmd45

Gaya Baru: Menengok Tren Modern dalam Wine Tasting

Gaya Baru: Menengok Tren Modern dalam Wine Tasting | Menikmati segelas anggur berkualitas kini tidak lagi terasa kaku atau hanya didominasi oleh para ahli di restoran mewah. Belakangan ini, cara orang mengapresiasi wine mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dahulu proses mencicipi selalu terpaku pada metode tradisional 5S (See, Swirl, Sniff, Sip, Savor), sekarang areanya sudah jauh lebih dinamis, interaktif, dan akrab dengan teknologi.

gaya-baru-menengok-tren-modern-dalam-wine-tasting

Pendekatan modern ini lahir untuk menjembatani rasa penasaran para pencinta wine pemula sekaligus memberikan pengalaman yang lebih presisi bagi para penikmat lama. Kehadiran inovasi digital dan eksperimen sensorik yang berani membuat aktivitas wine tasting terasa seperti sebuah petualangan rasa yang personal.

Berikut adalah beberapa tren teknik wine tasting modern yang tengah populer dan menarik untuk dicoba:

1. Sentuhan Teknologi lewat App-Guided Blind Tasting

Melakukan blind tasting atau menebak jenis wine tanpa melihat label botolnya kini bisa dilakukan oleh siapa saja di rumah. Berkat bantuan aplikasi ponsel pintar seperti Sommy, Anda akan dipandu langkah demi langkah untuk menganalisis lima elemen penting, mulai dari tampilan visual, aroma statis, aroma setelah diputar, rasa di lidah, hingga struktur wine tersebut. Menariknya, aplikasi ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan umpan balik langsung mengenai akurasi catatan rasa yang Anda temukan.

Selain itu, ada juga aplikasi seperti WineGame yang mengemas proses edukasi ini menjadi sebuah permainan kompetitif. Anda bisa menantang teman untuk menebak varietas anggur, wilayah asal, hingga tahun pembuatannya, sehingga proses belajar terasa jauh lebih seru dan minim tekanan.

2. Mempertajam Lidah dengan Evaluasi Sensorik Komparatif

Menilai karakter sebuah wine secara mandiri sering kali membingungkan bagi sebagian orang. Oleh karena itu, teknik modern sangat menyarankan metode perbandingan langsung (side-by-side).

Cobalah menuangkan dua jenis wine yang berbeda ke dalam dua gelas secara bersamaan—misalnya membandingkan anggur berjenis sama dari kategori Old World (Eropa) dan New World (luar Eropa). Dengan mencicipinya secara bergantian dalam waktu singkat, indera pengecap Anda akan jauh lebih mudah mengenali perbedaan tingkat keasaman (acidity), ketebalan rasa (body), serta kepekatan tanin secara akurat.

3. Menjelajahi Keunikan Unoaked dan Minimal Intervention

Arah preferensi rasa para penikmat wine saat ini juga mulai bergeser ke arah yang lebih alami dan murni. Proses penilaian kini tidak melulu soal aroma vanila atau kayu yang pekat hasil dari penyimpanan di dalam tong kayu ek (oak barrels).

Saat ini, wine putih berkarakter unoaked—yang mempertahankan kesegaran buah aslinya—semakin diminati. Tidak hanya itu, popularitas orange wine (anggur putih yang difermentasi bersama dengan kulitnya) juga melonjak. Jenis ini menawarkan profil rasa yang lebih bersahaja (earthy), bertekstur, unik, dan memberikan dimensi baru yang menantang bagi indera penciuman maupun pengecap Anda.

4. Kreativitas Tanpa Batas dalam Food & Wine Pairing

Format memasangkan minuman ini dengan keju standar atau potongan daging asap kini dinilai sudah terlalu biasa. Acara-acara tasting kontemporer mulai berani mendobrak batas dengan mengawinkan berbagai jenis wine bersama hidangan kuliner modern yang lebih bervariasi.

Tujuan utama dari konsep tematik ini adalah melihat bagaimana karakteristik sains dari wine—seperti kandungan asam atau tanin—bekerja di dalam mulut. Anda bisa mengamati langsung bagaimana rasa sepat dari anggur merah justru bisa melunakkan tekstur makanan tertentu, atau bagaimana keasaman anggur putih mampu membersihkan sisa lemak di lidah, menciptakan harmoni rasa yang sempurna.

Catatan Penting: Pergeseran tren ini membuktikan bahwa menikmati wine kini bukan lagi soal formalitas aturan, melainkan tentang eksplorasi indera yang menyenangkan dan pemahaman yang lebih mendalam secara personal.

Mencoba ragam teknik di atas bisa menjadi cara baru yang menyegarkan untuk mengisi akhir pekan bersama kerabat tercinta. Jadi, siapkan gelas Anda dan mulailah menjelajahi rasa dengan cara yang lebih modern!

Share: Facebook Twitter Linkedin
Sababay Wine: Meneguk Kelezatan Anggur Bali yang Mendunia
Maret 19, 2026 | bWmd45

Sababay Wine: Meneguk Kelezatan Anggur Bali yang Mendunia

Sababay Wine: Meneguk Kelezatan Anggur Bali yang Mendunia – Selama ini, jika berbicara tentang wine berkualitas tinggi, pikiran kita sering kali langsung melayang ke kebun-kebun anggur di Prancis, Italia, atau Australia. Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki “permata tersembunyi” dari pesisir utara Bali yang kini kualitasnya diakui secara internasional? Ya, kita sedang membicarakan Sababay.

Lebih dari sekadar minuman beralkohol, Sababay adalah simbol kebangkitan agrikultur lokal yang berhasil menembus pasar global. Salah satu primadonanya, Sababay White Wine, kini menjadi incaran para kolektor dan penikmat anggur karena karakter rasanya yang unik dan menyegarkan.

Sebuah Misi Sosial di Balik Setiap Botol

Sababay Wine: Meneguk Kelezatan Anggur Bali yang Mendunia

Kisah Sababay dimulai dari sebuah niat tulus di Buleleng, Bali. Didirikan oleh duet ibu dan anak, Mulyati Gozali dan Evy Gozali, brand ini lahir bukan sekadar untuk bisnis semata. Pada awalnya, para petani anggur di Buleleng menghadapi tantangan besar: harga jual panen yang sangat rendah dan akses pasar yang terbatas.

Melihat kondisi tersebut, keluarga Gozali tergerak untuk membangun sebuah kilang anggur (winery) modern yang mampu menyerap hasil panen petani dengan harga yang adil. Dengan sentuhan teknologi dan keahlian winemaking yang tepat, buah anggur lokal yang tadinya dipandang sebelah mata disulap menjadi produk premium. Inilah yang membuat Sababay memiliki “jiwa” dalam setiap tetesnya—ada cerita tentang pemberdayaan dan kesejahteraan petani lokal di sana.

Keistimewaan Sababay White Wine

Apa yang membuat white wine dari Sababay begitu spesial? Kuncinya ada pada kombinasi antara iklim tropis Bali dan pemilihan varietas anggur yang tepat. Sababay dikenal cerdas dalam mengolah varietas seperti Muscat Saint Vallier menjadi minuman yang elegan.

  • Aroma yang Eksotis: Saat pertama kali dituangkan, Anda akan disambut dengan aroma buah-buahan tropis yang segar, seperti melon, pir, dan sentuhan bunga melati yang halus.

  • Rasa yang Seimbang: Sababay White Wine memiliki tingkat keasaman (acidity) yang pas, memberikan sensasi crispy dan segar di mulut. Sangat cocok dinikmati di tengah cuaca tropis Indonesia yang hangat.

  • Pairing Makanan: Karena karakter rasanya yang light dan fruity, anggur putih ini sangat serasi disandingkan dengan hidangan laut (seafood), pasta dengan saus krim, atau bahkan makanan pedas khas Nusantara untuk menyeimbangkan rasa di lidah.

Menembus Panggung Dunia: Dari Buleleng ke Cannes

Kualitas Sababay bukan sekadar klaim sepihak. Brand ini telah mengantongi berbagai penghargaan internasional yang membuktikan bahwa kualitas tanah Bali mampu bersaing dengan kebun anggur di Eropa.

Salah satu momen paling membanggakan adalah ketika produk Sababay mendapatkan respon luar biasa di Festival Film Cannes ke-70 di Prancis. Berada di jantung kiblat gaya hidup dunia, anggur asal Bali ini berhasil memukau para tamu internasional. Penghargaan demi penghargaan dari ajang bergengsi seperti AWC Vienna dan Singapore Wine, Spirits & Beer Challenge semakin mempertegas posisi Sababay sebagai pemain serius di industri wine dunia.

Mengapa Anda Harus Mencobanya?

Menikmati sebotol Sababay White Wine bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap produk dalam negeri. Dengan standar produksi internasional dan kontrol kualitas yang ketat, Sababay membuktikan bahwa Indonesia mampu menghasilkan produk gourmet kelas atas.

Bagi Anda yang baru ingin mencoba dunia wine, varian white wine dari Sababay adalah pintu masuk yang sempurna. Rasanya yang ramah di lidah (approachable) dan kesegarannya membuat siapa pun bisa menikmatinya tanpa harus menjadi ahli sommelier terlebih dahulu.

Kesimpulan

Sababay adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara niat sosial dan dedikasi pada kualitas bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dari kebun anggur di Buleleng hingga meja makan di berbagai belahan dunia, Sababay White Wine membawa pesan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang patut dibanggakan.

Jadi, saat Anda mencari minuman untuk merayakan momen spesial atau sekadar bersantai di sore hari, pastikan satu botol Sababay tersedia di meja Anda. Rasakan sensasi kemewahan tropis Bali dalam setiap sesapan.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Seni Menikmati Wine: Mencicipi Anggur ala Profesional
Maret 17, 2026 | bWmd45

3 Cara yang Tepat dalam Mencicipi Anggur

3 Cara yang Tepat dalam Mencicipi Anggur – Pernah nggak sih kamu melihat seseorang di restoran memutar-mutar gelas wine mereka, menghirup aromanya dalam-dalam, baru kemudian meminumnya pelan-pelan? Mungkin kelihatan sedikit berlebihan, tapi sebenarnya ada alasan kuat di balik ritual tersebut. Mencicipi anggur bukan cuma soal gaya-gayaan, melainkan teknik untuk membongkar lapisan rasa dan aroma yang sudah tersimpan bertahun-tahun di dalam botol.

Mau kamu baru pertama kali memegang gelas atau sudah mulai hobi mengoleksi, tahu cara “mainnya” bakal bikin pengalaman minum kamu naik kelas. Nggak perlu jadi sommelier profesional kok untuk bisa menikmati wine dengan cara yang benar. Cukup pahami dasar-dasarnya berikut ini.

Langkah Awal: Etika Menuang dan Memegang Gelas

Seni Menikmati Wine: Mencicipi Anggur ala Profesional

Segalanya dimulai dari botol. Kalau kamu lagi dalam sesi mencicipi (tasting), jangan tuang kepenuhan. Porsi standarnya cukup 75 sampai 90 ml saja. Kenapa? Biar ada ruang udara di dalam gelas untuk aromanya keluar. Kalau cuma buat nongkrong santai, baru deh boleh tuang agak banyak sekitar 150-180 ml.

Satu hal yang paling sering salah adalah cara memegang gelas. Ingat, gelas wine punya tangkai (stem) itu ada fungsinya.

  • Pegang di tangkainya: Gunakan jempol dan telunjuk. Ini kunci supaya suhu wine nggak rusak. Tangan kita itu panas, kalau kamu pegang bagian perut gelasnya, wine yang tadinya dingin bakal cepat hangat dan rasanya jadi berubah.

  • Gelas tanpa tangkai? Kalau pakainya gelas model stemless, usahakan pegang di bagian paling bawah. Intinya, sebisa mungkin minimalisir kontak telapak tangan dengan bagian gelas yang bersentuhan langsung dengan cairan.

Membedah Teknik “5S” yang Legendaris

Di dunia wine, ada aturan main yang dikenal dengan 5S. Ini adalah panduan wajib biar lidah dan hidung kamu bisa menangkap semua detail rasa.

1. See (Melihat)

Jangan buru-buru diminum. Coba perhatikan dulu warnanya di bawah cahaya. Kalau kamu pakai latar belakang putih, warna wine bakal lebih kelihatan jelas. Red wine yang warnanya merah terang biasanya lebih muda, sedangkan yang warnanya cenderung merah bata biasanya sudah berumur. Dari warna saja, kita sudah bisa menebak apakah wine ini disimpan di tong kayu atau punya karakter yang kuat.

2. Swirl (Memutar)

Goyangkan gelasmu perlahan dengan gerakan melingkar. Ini fungsinya untuk “membangunkan” wine alias proses oksidasi. Saat wine berputar dan menyentuh dinding gelas, aromanya bakal terlepas ke udara. Perhatikan juga sisa cairan yang turun di dinding gelas; kalau gerakannya lambat dan kental, biasanya kadar alkoholnya lumayan tinggi.

3. Sniff (Mengendus)

Nah, di sinilah petualangannya. Dekatkan hidung ke mulut gelas, lalu hirup aromanya. Jangan cuma sekali, coba rasakan apakah ada bau buah beri, kayu ek (oak), vanila, atau bahkan aroma bunga. Penciuman itu menyumbang porsi besar dalam cara kita merasakan makanan dan minuman.

4. Sip (Meneguk)

Sekarang waktunya eksekusi. Ambil sesapan kecil, biarkan cairan wine mengalir dan menyentuh seluruh bagian lidahmu.

Trik rahasia: Coba tarik sedikit udara lewat sela bibir saat wine masih ada di mulut. Memang suaranya agak lucu, tapi cara ini efektif banget buat melepaskan rasa yang lebih kompleks ke langit-langit mulut.

5. Savour (Nikmati)

Terakhir, rasakan finish-nya. Setelah ditelan, apakah rasanya langsung hilang atau tertinggal lama di mulut? Wine yang bagus biasanya punya aftertaste yang seimbang—nggak terlalu pahit dan nggak kerasa alkohol banget. Coba tanya ke diri sendiri: rasanya berat atau ringan? Dominan manis atau kering (dry)?

Menikmati wine itu soal rasa dan selera pribadi. Semakin sering kamu mempraktikkan teknik ini, insting kamu bakal makin tajam buat membedakan mana wine yang beneran oke. Jadi, jangan cuma diteguk sampai habis, nikmati setiap detiknya!

Share: Facebook Twitter Linkedin